Senin, 02 Februari 2009

Rahasia Memberi

Beberapa waktu yang lalu ada teman satu pekerjaan dengan saya, dia tiba-tiba menarik saya untuk berbicara berdua, dalam hati bertanya-tanya ada apa gerangan karena raut mukanya sangat tegang dan serius, ternyata dia bercerita tentang bapaknya yang sedang sakit dan istrinya yang sedang mengandung dan sebentar lagi melahirkan, dia meminta bantuan saya untuk menyampaikan cerita tersebut kepada pimpinan, maksudnya adalah untuk meminjam (kas bon), sedangkan bulan ini dia sudah meminjam kekantor sejumlah besar gajinya, dan pada waktu itu saya berjanji untuk mengutarakan hal itu ke pimpinan, tapi setelah saya lihat dan perhatikan, pada saat itu kantor belum bisa memberikan pinjaman tersebut dengan waktu cepat, dan akhirnya aku meminjamkan kepada dia sejumlah yang dia katakan, tidak seberapa sih, tapi pada waktu itu saya juga sedang tidak memiliki uang cukup, tapi saya usahakan, mengingat dia sangat membutuhkan, dan dia berjanji akan mengembalikan secepat mungkin pada waktu gajian nanti, tapi saya bilang jangan terlalu dipikirkan,

Singkat cerita pada hari pemberian gajian, satu jam sebelum gajian dia sudah menemui saya, dan dia katakan bahwa istrinya sudah melahirkan anak perempuan semalamnya.

Dan dia berkata bahwa dia belum bisa mengembalikan uang pinjaman tersebut, tapi entah mengapa saya tidak merasa kecewa, dia tidak mengembalikan pinjaman tersebut, karena saya berfikir “ ah gak papa nanti juga gajian” dan dia berterima kasih kemudian beranjak pulang, dan pada saat itu juga teman sepekerjaanku datang dan akan mengambil gaji, tapi pemberian gaji masih satu jam lagi, waktu itu perut saya terasa keroncongan, padahal itu baru jam setengah 4 sore, dan aku ajak dia keluar mencari makan di warung burjo sebelah kantor dan kami makan indomi rebus teh panas dan gorengan dan pada saat itu dia mau membayar semua makanan tersebut tapi aku tolak dan akhirnya saya yang membayar semua makanan tersebut padahal uang yang didompet pas-pasan sekali, setelah itu kami kembali kekantor.

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga yaitu pembagian gaji, satu persatu karyawan dipanggil. Dan akhirnya tibalah giliran saya, dan apa yang terjadi…, tak saya sangka dan saya duga setelah membaca rincian gaji ah… kok berbeda jumlahnya dengan bulan yang kemarin, tapi allhamdulilahnya tidak berkurang jumlahnya malah bertambah, ternyata gaji saya telah dinaikan walau tidak banyak, tapi saya merasa surprise karena tidak ada pemberitahuan terlebih dulu dari pimpinan dan saya mengucapkan terima kasih akan hal itu.

Dan kemudian saya berfikir apa hal itu karena berkah dari memberi pinjaman dan membayar makanan di warung burjo tadi itu ya..??? soalnya setelah saya pikir-pikir lagi sebelumya juga setelah saya memberi pinjaman pada temen kerjaan saya itu, tak lama kemudian saya juga mendapat order dari teman. Pada waktu itu aku tidak berfikir bahwa itu adalah berkah dari memberi dan saya baru sadar pada saat pemberian gaji bahwa hal itu juga sebagian dari berkah memberi pinjaman.

Dan selain itu saya teringat akan nasehat-nasehat kakak saya dan temen-temen anggota TDA (Tangan Di Atas) akan kekuatan dari memberi dan rahasia dari memberi

Berarti memang berkah dari memberi itu benar adanya, walaupun kita hanya memberi pinjaman ataupun sekecil apapun pemberian kita kepada orang lain, kita akan mendapat balasan yang lebih banyak pada saat itu atau dilain hari, buktinya saya memberi bantuan dan itu cuma sekali, tapi saya mendapatkan pengganti setiap bulannya.

Jadi pemberian dengan niat ikhlas, kemungkinan juga akan cepat dikembalikan dan itu berlipat-lipat.

Jadi saya simpulkan bahwa memberi itu mempunyai banyak kebaikan, dan yang paling penting adalah mendapatkan banyak teman, sahabat bahkan saudara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar